
Dusun Cagunan, Bantul - DAGUSIBU adalah akronim dari DApatkan, GUnakan, SImpan, dan BUang, yang merupakan program untuk mengedukasi masyarakat tentang pengelolaan obat yang baik dan benar. DAGUSIBU adalah metode yang dirancang untuk mencegah penyalahgunaan obat dan efek samping yang tidak diinginkan. Mahasiswa KKN-T Kelompok 29 Universitas Alma Ata (UAA), di bawah bimbingan DPL Dita Danianti S.Kom.,M.Kom., telah melaksanakan sosialisasi tentang DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) di Dusun Cagunan yang diselenggarakan pada Selasa (04/02/2025).
Kegiatan ini melibatkan 9 mahasiswa KKN-T UAA kelompok 29 yang terdiri dari Surya Andika, Fadly Aziz Azhari, Irfan Susanto, Delimatus Sahdia, Dewi Purwanti, Abel Della Saputri, Mahani Chamaria dan Faizah Nesya Ali Nur Aisyah. Melalui sosialisasi ini, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai:
- Dapatkan obat secara aman: Masyarakat diimbau untuk selalu mendapatkan obat dari sumber resmi seperti apotek atau fasilitas kesehatan yang terpercaya.
- Gunakan obat sesuai aturan: Penekanan diberikan pada pentingnya mengikuti dosis dan petunjuk penggunaan agar terhindar dari efek samping atau penyalahgunaan.
- Simpan obat dengan benar: Edukasi dilakukan terkait tempat penyimpanan yang aman untuk menjaga kualitas obat serta mencegah akses oleh anak-anak.
- Buang obat dengan bijak: Masyarakat diajarkan cara memusnahkan obat yang sudah kedaluwarsa atau tidak terpakai agar tidak mencemari lingkungan.
“Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kepatuhan pengobatan, menghindari kerusakan obat dan mencegah penyalahgunaan dan melindungi lingkungan mengingat kurangnya pengetahuan masyarakat terkait dengan penggunaan, penyimpanan dan pemusnahan obat (DAGUSIBU)” ujar perwakilan Mahasiswa KKN-T Kelompok 29. “Kami berharap warga dapat lebih memahami bagaimana penyimpanan, penggunaan dan pemusnahan obat yang benar”

Kegiatan ini melibatkan diskusi interaktif dengan warga, di mana mereka diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait penggunaan obat. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan serta partisipasi aktif dalam sesi tanya jawab. Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat, tetapi juga membangun kesadaran akan tanggung jawab bersama dalam pengelolaan obat. Mahasiswa berharap bahwa informasi yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari warga Dusun Cagunan.
Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa Universitas Alma Ata dalam mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat di pedesaan. Kemudian kegiatan ini ditutup dengan sesi foto bersama untuk mengabadikan momen kebersamaan antara mahasiswa dan warga dusun Cagunan
